Perjalanan Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW dan Sejarah Pensyari’atan Sholat Lima Waktu


Inspirasi Kita.com - Isro mi’roj adalah sejarah perjalanan yang menakjubkan. Hal ini telah Allah ceritakan dalam firmannya di Al- Qur’an. Kata isro sendiri berasal dari bahasa arab yang artinya perjalanan. Dikutip dari kitab tafsir Al Jalalain, al-isro bermakna perjalan di waktu malam hari. Sedangkan mi’roj berarti masa atau waktu perjalanan dari Baitul al Maqdis menuju ke Sidrotul al Muntaha. Secara lengkap isro mi’roj adalah sebuah perjalan di malam hari dari Masjid al Haram (Mekkah) menuju ke Masjid al Aqsho (Palestina) kemudian naik menuju ke Sidrotul al Muntaha. Ajaibnya perjalanan ini hanya dilakukan kurang dari satu malam.

Perjalanan yang sungguh diluar nalar ini benar adanya. Dalam perjalanannya Nabi menggunakan Buroq. Buroq yaitu makhluk melata yang berwarna putih, berukuran lebih besar daripada keledai namun lebih kecil dari kuda. Dikatakan juga dalam sebuah cerita, bahwa Buroq memiliki sayap. Dengan Buroq Nabi diantarkan dari Makkah ke Palestina.

Baca juga:
Hal-hal yang Dilakukan Cowok saat Galau, Kamu Harus Tahu
Hal-hal yang Dilakukan Cewek saat Galau, Kamu Harus Tahu
Alasan Mengapa Kamu Menikah Muda

Kemudian Allah menaikkannya menuju Sidrul al Muntaha. Sebelum menuju ke langit, Nabi terlebih dahulu sholat dua rakaat di Baitul al Maqdis (Palestina). Di temani malaikat Jibril Nabi menuju ke langit dunia ( langit pertama). Kemudian Jibril membuka pintu langit, ditanya sang penjaga langit pertama. “Siapa kamu?” Jibril menjawab “Jibril”. Ditanya lagi “siapa yang bersamamu?” kemudian ia menjawab “Muhammad Rosulullah”. Di langit pertama inilah Nabi bertemu dengan Nabi Adam. Nabi Adam pun mendoakan Nabi dengan kebaikan.

tibbits.org

Nabi dan Jibril pun naik lagi menuju langit kedua. Sama seperti di langit pertama. Sambutan dan pertanyaan dari sang penjaga pintu selalu dijawab oleh Jibril layaknya ia menjawab pertanyaan pertama. Dilangit kedua Nabi bertemu dengan nabi Yahya dan Isa. Lanjut lagi naik ke langit ke tiga. Nabi bertemu dengan nabi Yusuf. Naik terus menuju ke langit empat. Nabi bertemu dengan nabi Idris. Perjalanan yang begitu menyejukkan. Menuju langit ke lima, Nabi yang terus ditemani Jibril bertemu nabi Harun di dalamnya. Tak sampai disitu, Nabi melanjutkan perjalanannya menuju ke langit enam hingga beliau bertemu dengan nabi Musa. Pada akhirnya Beliau terus naik dan sampai kelangit tujuh. Nabi menemukan sosok nabi Ibrahim yang sedang bersender di Bait al Makmur. Perlu diketahui Bait al Makmur adalah tempat tawafnya para malaikat. Yang konon katanya tempat ini berada di atas Ka’bah persis. Setiap hari 70.000 malaikat memasuki Bait al Maqdis tanpa pernah ada yang keluar. Masyaallah .

Tak cukup sampai itu, Jibril mengajak Nabi naik lagi hingga sampailah Nabi ke tempat yang namanya Sidrotul al Muntaha . di sinilah Nabi mendapat wahyu pensyariatan. Allah memerintahkan kepadanya dan umatnya peribadahan berupa sholat lima puluh kali dalam sehari. Tanpa meminta apapun Nabi turun. Bertemulah Beliau dengan Nabi Musa. Ditanya “Apa yang Tuhan perintahkan padamu dan umatmu?” Nabi menjawab “Allah telah memerintahkan sholat lima puluh kali setiap hari”. Mendengar itu Nabi Musa meminta Nabi untuk naik kembali meminta keringanan. “Naiklah! Mintalah keringan pada Allah. Karena umatku saja yang kuat pun tak sanggup melakukannya,” ujar nabi Musa. Nabi kemudian naik dan meminta keringanan. Allah memberikan keringanan,hingga di kurangilah jumlah sholat itu menjadi empat puluh lima. Turun bertemu nabi Musa lagi dan ditanya seperti sebelumnya. Nabi menjawab “Allah menguranginya lima rakaat”. “Kembalilah!” suruh nabi Musa lagi. Hal itu berlangsung berulang-ulang . berkurang lima, lima, lima, hingga Allah berkata “ Hai Muhammad, cukuplah bagimu dan umatmu sholat lima kali sehari semalam dengan setiap sholatnya sepuluh rakaat”. Kemudian Nabi turun membawa berita itu. Sesampainya bertemu nabi Musa , masih saja nabi Musa meminta Nabi untuk meminta keringan. Hinggga finalnya, Allah mengabulkan permintaan Nabi. Andaikan bukan karena Nabi Muhammad SAW, sungguh berat syariat sholat itu.

medium.com

Setelah mendapatkan wahyu, Nabi turun dengan terus berdoa dan akhirnya menjadikan doa tersebut selalu kita lafadkan dalam sholat kita. Doa tahiyyat dan sholat lima waktu adalah buah perjalanan ajaib Nabi. Pensyariatan sholat turun kepada kita berkat Nabi. Sholat yang hanya lima kali sehari adalah hasil negosiasi lembut seorang Tuhan dengan kekasihnya. Jelaslah sudah, betapa Nabi berkorban demi umat. Karena Nabi tau, mana yang berat bagi kita dan yang mampu kita lakukan. Begitulah Nabi, kelembutan dan kasih sayangnya kepada umat tak pernah susrut darinya. Allahumma sholli ala sayyida Muhammad.

Cerita ini saya kutip dari kitab tafsir jalalen, semoga bermanfaat

Dwi Ariya Gunawan, penulis adalah alumni Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Guyangan Trangkil Pati


Sumber gambar sampul: bersamadakwah.net
Previous Post
Next Post

post written by: