Emansipasi yang Seperti Apa? Atau Suami-suami Takut Istri?


Description: https://3.bp.blogspot.com/_DG6Hj5Ju3bU/SxkBCelO2oI/AAAAAAAABuc/lVlANxNm4go/s1600/Wanita+VS+Pria_2.jpg
                                                       sumber gambar nisawulandari.blogspot.co.id


     Emansipasi wanita adalah sebuah wacana baru sejak abad 20. Di mana antara laki-laki dan wanita mempunyai persamaan hak. Kalau zaman dulu misalnya, wanita hanya berkutat di rumah, macak, manak dan masak. Pada kenyataannya, justru emansipasi wanita malah kebablasan. layaknya HAM, emansipasi malah menjadi kedok wanita untuk semakin memberontak kepada kaum laki-laki. 

     Sebenarnya ada hal yang rancu saat kita membahas emansipasi, namun belum tegas meperjelas bagaimana wanita itu sendiri dan posisinya. Jika yang dimaksud adalah kesetaraan wanita seperti halnya laki-laki. Apa yang dilkakukan laki-laki berarti wanita pun boeleh. Laki-laki aktif dalam berbagai bidang kehidupan. Semisal politik, ekonomi, budaya, pemerintahan dan bidang lainnya yang familiar dengan laki-laki.

     Jelas wanita mempunyai banyak aspek yang berbeda dari laki-laki. Fisik laki-laki tentunya berbeda dengan wanita bahkan wanita cenderung lebih menggunakan perasaan ketika merespon sesuatu. Berbeda halnya dengan laki-laki yang cenderung berpikir logis dalam menyikapi sesuatu. Tentu dari sini kita seharusnya sudah mulai menarik antitesa awal bahwa kodrat antara laki-laki dan wanita memang sudah berbeda.

     Tentu saja budaya patriarki yang memandang perempuan sebagai objek dan selalu lebih rendah dari laki-laki tidak dapat dibenarkan. Karena bagaimanapun itu manusia tetaplah manusia. Ia terlahir ke dunia bukanlah begitu saja. Melainkan ada alasan yang melatar belakanginya.

     Kalau dalam agama Islam sudah memaparkan wanita adalah makhluk anggun yang harus dihormati dan dilindungi. Sudah secara alami jika wanita mempunyai perbedaan dengan laki-laki. Bukan karena perbedaannya itu yang membuatnya lemah. Sebaliknya itu adalah kelebihan. Justru mereka laki-laki dan wanita adalah patner satu dengan lainnya. Harusnya sebagai mkhluk peradaban mau berdialog dan berdiskusi guna mengisi peran masing-masing dan saling melengkapi

Semoga bermanfaat ya gaes,...


Previous
Next Post »

4 komentar

Click here for komentar
10 April 2016 at 22:06 ×

Wah wah. Luar biasa gan. Cuman kurang kenyang ini otak..

Reply
avatar
ahmad solkan
admin
15 April 2016 at 05:02 ×

Karena saya bukan alat pengenyang,,..haha

Reply
avatar
ahmad solkan
admin
15 April 2016 at 05:03 ×

Ini masih beluma apa2 jika disandingkan karyane mas Fsangkakala

Reply
avatar