Friday, 29 April 2016

Buat Apa Kuliah Kalau Ujung-ujungnya Kerja?


Inspirasi Kita.com - Kuliah merupakan proses pendidikan tertinggi dalam jenjang pendidikan formal. Ibarat agama  Islam, kuliah hampir peliknya seperti rukun Islam yang ke lima, yakni haji. Karena kuliah urutan jenjang  pendidikan  Paud-TK-SD-SMP-SMA-PT. Kebanyakan bagi yang mampu baik secara fisik maupun pskologis. Dari sini maka akan muncul sebuah pertanyaan, bagaimanakah bila tidak mampu? Maksud saya yang tidak mampu secara finansial. Padahal sarjana ikut menyumbang angka pengangguran yang cukup besar. Jadi mengapa harus kuliah?

Secara  historis, sebenarnya ada sedikit pergeseran makna mengenai tujuan kuliah. Kalau dulu kuliah benar-benar untuk menimba ilmu sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Sekarang cenderung mengalami pendangkalan makna. Kuliah menjadi cara pragmatis untuk mendapatkan pekerjaan kelak di masa depan. Saya pernah mengikuti diskusi temanya “Tragedi 65”, kebetulan salah satu narasumbernya adalalah mahasiswa yang dulu kuliah di luar negeri saat orde lama berkuasa. Namun pada masa orde baru warga kenegaraan Indonesianya diputus begitu saja oleh pemerintah. Narasumber yang saya lupa namanya pernah membuat pernyataan begini “Padahal kami benar-benar mencari ilmu di luar negeri dan mengabdikan diri kepada bangsa suatu saat.”

journal.sociolla.com

Apabila kita sadar sepenuhnya, poses perkuliahan akan mengantar kita pada titik terang. Asalkan kita mau tahu dan mau bertindak ke perubahan. Pola ajar akademik misalnya, mengajak kita untuk mandiri. Mahasiswa dituntut untuk aktif dalam mengikuti perkuliahan. Istilahnya tidak lagi didulang (pedagogi) kayak di SMA. Itu contoh perubahan pola pikir yang sederhana. Hingga berlanjut pada masalah yang lebih besar. Sebagai kaum intelekual maka dalam menyelesaikan masalah harus tidak lagi seperti anak SD. Semuanya dipertimbangkan masak-masak melalui akal sehat.

Selain pola pikir, bakat dan skill pun tersalurkan. Sebab dalam perguruan tinggi fasilitas sangat memadai. Di sisi lain secara sosial kita mau tidak mau harus belajar memahami dan menyikapi teman-teman yang sangat heterogen. Di bangku universitas  kita mulai mengenal keragaman dunia luar yang sangat kompleks. Entah itu manusianya atau linngkungannya. Yang jelas unsur baru dan berbeda ketika di SMA/MA.Belum lagi ketika ikut organsasi. Persaudaraan bertambah dan wawasan pun terbuka. Bukanah silaturahim mendatangkan rizki?

Pendidikan formal seperti kuliah adalah bagian dari pendidikan. Dalam rangka usaha untuk memanusiakan manusia memang tidak harus melalui pendidikan formal formal.  Di manapun kita bisa terdidik. Namun ada satu hal dalam keilmuan yang membedakan kuliah dengan tidak menurut filsafat ilmu. Secara ilmiah ada pertangungjawaban yang jelas dan arah keilmuan yang pasti. "Orang yang tidak kuliah saja bisa sukses apalagi yang kuliah." hahaha sebenarnya saya lebih cocok dengan konsep, belajar bukan untuk kesuksesan namun kesempurnaan. :)

www.inovasee.com

Sewaktu semester satu saya pernah bertanya pada dosen Pendidikan Studi Islam (PSI)) Bapak Rajasa. Begini unyi pertanyaan saya waktu itu. “Apakah pendidikan harus di bangku formal, Pak? Dan seberapa penting dia, nyatanya banyak tokoh yang sukses tidak sampe lulus mengenyam pendidikan formal.” Yang saya maksud pendidikan formal adalah jenjang kuliah. Pikiran dangkal semester saya menyatakan ilmu dalam kuliah tak berguna bagi kehidupan sehari-hari.

Waktu itu beliau tidak lngsung menjawab. Mungkin saja beliau ingin menggunakan bahasa yang pas untuk mahasiswa semester satunya. Dan ini jawaban beliau.”Sebenarnya pendidikan tidak terbatas sekat tembok-tembok begini (ruang kelas). Kapanpun dan di manapun kamu bisa belajar. Namun ingat bagaimana negerimu ini. Selama kamu masih merasa perlu dengan selembar kertas itu (ijazah). Maka ikutilah aturan main yang ada."


Sumber gambar sampul: mahasiswawanita.blogspot.co.id
Share:

5 comments:

  1. Replies
    1. Haha udah pengalaman inikayaknya,.....

      Delete
  2. Iya gan walaupun kuliah itu kadang ribet, apalagi pas skripsi tapi suatu saat kita perlu selembaran ijasah itu. Jadi ikutin saja dulu aturan mainnya. Seperti kata pepatah, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudikan :v thanks for the nice article.

    ReplyDelete

Featured Post

Mitos-mitos yang Sering Kita Dengar Pas Kita Kecil Dulu Part I

Waktu kita kecil dulu kita pasti sering dengar mitos yang dikatakan oleh orang tua kepada kita. Entah mitos itu tujuannya untuk mengontro...

Visitors