Marwan Jakfar, Tokoh Nasional Santri dari Pati, Jawa Tengah


Inspirasi Kita  - Marwan Ja’far merupakan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia pada kabinet kerja Presiden Joko Widodo sejak 27 Oktober 2014 samapai 27 Juli 2016 dan kemudian digantikan oleh teman separtainya yakni Eko Putro Sandjojo. Marwan lahir di Pati Jawa Tengah, pada 12 Maret 1971, umurnya sekarang berarti 46 tahun.

Sebelum menjadi menteri ia sempat menjadi anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bngsa (PKB). Pertama kali menjadi anggota DPR yakni pada pemilu 2004 ketika itu usianya baru 33. Lalu di pemilu berikutnya, ia terpilih kembali mewakili daerah pilihan (dapil) Jawa Tengah III pada 2009 dan 2014.

news.okezone.com

Selain di DPR. Marwan juga bertugas merangkap di komisi V dan ketua Fraksi PKB. Saat itu, komisi V sedang menangani Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perumahan Rakyat, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pembangunan Daerah Tertingal dan Badan SAR Nasional. Saat itu Marwan terkenal tokoh dari pesantren yang giat menyurakan kepentingan pro-rakyat.

Pendidikan dan Karir Marwan
Marwan merupakan seorang santri tulen yang dibesarkan dilingkungan NU. Sekolah Dasar ia selesaikan di SDN Dukuhseti, kemudian MTs-nya ia tamatkan di MTs Manahijul Huda, lalu masa aliyahnya ia habiskan di Perguruan Islam Matholi’ul Falah Kajen, Margoyoso, Pati. Kemudian ia melanjutkan pendidikannya di Yogyakarta dengan menempuh jurusn hukum di UII, dalam waktu yang hampir sama ia mengambil pelajaran atau jurusan ekonomi di Universiatas Gajayana Malang

Baca juga: Ulil Abshor Abdala, cendekiawan muslim asal Pati Jawa Tengah

Selama kuliah di Yogyakarta ia aktif di berbagai kegiatan kemahasiswaan dan organisasi NU. Ia pernah menjadi ketua PMII daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tahun 1995-1996. Kemudian ia juga menjadi ketua bidang Litigasi dan Konsultasi LPBH NU Yogyakarta tahun 1994-1999 dan Litbang GP Ansor Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tahun 1995-2000.

www.kaskus.co.id

Karena selalu aktif di organisasi pelajar NU akhirnya Marwan dipercaya sebagai pengurus PB NU. Contohnya ia pernah menjadi ketua lembaga Perekonomian dan Lembaga Pengembangan Pertanian PB NU. Oleh karenanya berawal mula dari sinilah gagasan-gagasan cemerlangnya muncul.

Selain itu, setelah lulus kuliah, Marwan juga mulai bekerja sebagai seorang konsultan hukum di perusahaan Rusdiono & Patners Law Firm tahun 1999. Ia jga pernah menjadi direktur PT,. Senta Mekanindo pada tahun 1999-2000. Lalu menjadi direktur di PT. Wahana Sarana Jati tahun 2000-2004.



Sumber gambar sampul Tribunnews



Previous Post
Next Post

post written by: