Ulil Abshor Abdala, Cendekiawan dan Tokoh Islam Asal Pati, Jawa Tengah

















Inspirasi Kita - Ulil merupakan seorang tokoh Jaringan Islma Liberal (JIL) yang dulu terkenal karena kontrversinya yang kerap mendapat sorotan publik tanah air. Selain itu, Ulil merupakan cendekiawan Nahdlatul ulama, ayahnya bernama Abdullah Rifa’I dari PP Mansajul Ulum, Cebolek Margoyoso Pati Jawa Tengah.

Ia lahir di Pati, pada 11 Januari 1967. Kira-kira umurnya sekarang 52 tahun (2018). Istrinya bernama Ienas Tsuroiya, yang merupakan putri tercinta dari KH Mustofa Bisri atau mashur dipanggil Gus Mus.

Sewaktu belia Ulil pernah nyantri di Perguruan Islam Matoli’ul Falah Kajen, Margoyoso, Pati Jawa Tengah. Lalu ia kuliah di Fakultas Syariah di LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab) Jakarta. Ia juga pernah mengeyam pendidikan di Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Diryakara


www.liputan6.com

Ulil Absor Abdala dikenal karena kontroversialnya dalam konstruksi pemikiarannya tentang agama. Jika ditelaah dalam-dalam, gagasan Ulil selalu dipengaruhi pemikiran-pemikran yang  cenderung liberal seperti yang dikampanyekan dunia barat. Sebagaimana dikatakan oleh beragai pihak, ia adalah the next Nurcolish Majid

Baca juga: Coki Anwar, Komika Asal Pati Jawa Tengah

Dari berbagai tulisan yang ditulis Ulil sendiri, khususnya disitus islamlib.com, pemikiran ulil muncul karena sebagai respon terhadap respon kekerasan atas nama agama, baik itu yang terjadi di dunia Islam maupun dunia barat. Tulisan Ulil selain liberal nampaknya terpengaruh oleh paham pluralism dan humanisme.


www.arrahmah.com

Selain itu, dalam tulisanya dengan judul “Menyegarkan Kembali Pemahaman Islam”, Ulil menyatakan Islam sebagai agama sejarah. Menurut Ulil, Islam sebagai agama sejarah yang terus berkembang sesusai perkembangan zaman.

Ia juga mengatakan bila dalam Islam ada sebuah kreasi budaya setempat (budaya arab) dan juga nilai-nilai fundamental. Kita harus mampu membedakan mana dalam ajaran Islam yang mana terpengaruh kultur arab dan yang tidak. Islam merupakan agama yang kontekstual, nilai-nilainya yang universal harus diterjemahkan dalam konteks tertentu, contohnya, koteks Arab, Melayu, Asia Tengah, dan sebagainya. Akan tetapi bentuk Islam yang kontestual hanyalah budayanya, kita tidak wajib untuk mengikutinya. Aspek-aspek Islam yang merupakan cerminan budaya Arab tidak usah dikuti semisal, potong tangan, qihash, rajam, jengot, jubbah. Karena hal tersebut hanyalah ekspresi lokal particular Islam di Arab sana bukan ajaran fundamental Islam.

Masih menurut pemikiran Ulil, yang harus diikuti oleh umat islam yakni nili-nilai universal yang menjadi dasar praktik-paraktik Islam tersebut. Misalnya, jilbab intinya memakai pakaian yang memenuhi standar kepantasan umum yang ada di masyarakat itu. Kepantasan umum itu sifatnya bisa fleksibel dan terus berkembang seirig dengan perkembangan kebudayaan manusia 

Sampai sini, menurut penulis pemikiran Ulil nggak liberal-liberal amat sih. Masih bisa diterima di kalangan Islam moderat. 

Sekian dulu ya sob, pembahasan penulis tentang biografi Ulil dan pemikiranya.

Sumber gambar sampul icrp-online.com
Previous Post
Next Post

post written by: