Problem Umat Islam Indonesia


Inspirasi Kita.com - Salah satu problem mendasar (sebagian) umat Islam di Indonesia sehingga mudah sekali digiring kesana-kemari kayak BBB: Blekok Baris Berbaris adalah mereka tidak bisa membedakan mana Islam sebagai sebuah "doktrin dan ajaran" dan mana yang merupakan produk geo-kultural masyarakat Timur Tengah.

Akibatnya, banyak sekali terjadi kesimpang-siuran dimana yang "doktrin dan ajaran" Islam fundamental-universal diabaikan, sementara yang pernik-pernik produk geo-kultural Timur Tengah malah dijadikan sebagai ajaran normatif Islam dan dibela mati-matian.

Kenapa itu bisa terjadi? Karena para penyuplai diskursus keislaman (apakah itu bernama dai, ustad, khotib, dan sejenisnya) miskin sejarah sosial dan wawasan geo-kultural Timur Tengah. Mereka hanya tahu (sedikit maupun banyak) ayat ini-itu, hadis ini-itu, qaul ulama ini-itu. Sudah itu doang.

Baca juga:
Bagi Kamu yang Pengen Cepet Kaya, Ada Baiknya Baca Tips Cepet Kaya Ini!
Angin Puting Beliung Menggentayangi Jogja, Serem Bener Ihh
Sejarah Isro' Mi'roj Nabi Muhammad SAW dan Sejarah Pensyari'atan Sholat Lima Waktu

Karena "nol jumbo" sejarah sosial dan wawasan geo-kultural Timur Tengah, maka mereka kalau ngomong cenderung ngawur "Joko Sembung naik ojek", sama sekali tidak akurat, ilmiah, faktual, sosiologis, dan historis

islamidia.com

Pada saat yang sama, budaya masyarakat Muslim di Indonesia itu pada umumnya hanya sebatas "budaya mendengar" sehingga informasi apapun yang mereka dengar apalagi dari "ustad" langsung dimakan, dikunyah, dan ditelan, tanpa memperhatikan validitas, akurasi, dan rasionalitas informasi tersebut.

Malas membaca dan mencari informasi yang valid dan akurat itu membuat kaum Muslim gampang sekali dikibuli dan dibodohi oleh para petualang Islam, makelar agama, dai amatir, dan ustad odong-odong wudel bodong merk 212.

Pertinyiinnyi: memang bener sejumlah "ulama 212" menemui Pak Jokowi? Kalau bener, ini namanya ada "Partai Tuhan" menghadap "Partai Hantu". Jaga harga diri dan "martabat ketuhanan" dong cung, apa kata dunia entar bos.

Prof. Sumanto Al-Qurtuby, penulis adalah dosen Antropologi di King Fahd University of Potreleum & Minerals Arab Saudi


Sumber gambar: quran.masbadar.com



Previous Post
Next Post

post written by: